1 TAHUN ASIOTI, TERUS MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA PEMANFAATAN IOT

 1 TAHUN ASIOTI, TERUS MENSOSIALISASIKAN PENTINGNYA PEMANFAATAN IOT

Setelah genap satu tahun berdiri, Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun pertamanya, Jumat (20/12/2019). Tidak cuma sekedar memantapkan eksistensi asosiasi, pada acara ini juga digelar talkshow yang berkaitan dengan penerapan Internet of Things (IoT) di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ASIOTI Teguh Prasetya mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi untuk meyakinkan industri dan pelaku usaha mengenai pentingnya menerapkan IoT. Menurut dia, penerapan IoT bisa membantu mengurangi cost sekaligus menambah efisiensi organisasi.

“Bukan cuma korporat saja, pemerintah juga bisa mendapatkan manfaat IoT untuk memangkas cost operasional pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Teguh mengungkapkan pengalamannya dalam mensosialisasikan pentingnya penerapan IoT sepanjang tahun 2019 melalui bendera PT Alita Praya Mitra, di mana dia menjabat sebagai Chief Operation Executive (CEO). Adapun sosialisasi yang dilakukan Teguh dimulai dari mendorong kebutuhan klien potensial, melakukan kolaborasi teknologi dan ekosistem dengan berbagai mitra, meningkatkan ekosistem melalui komunitas, menggandeng pemerintah, publikasi melalui media dan sosial media, hingga mendapatkan feedback dari klien.

“Layanan dan solusi Alita kini telah mencakup semua provider telekomunikasi, penyiaran, dan pemerintahan serta perusahaan besar yang merupakan klien utama,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail menyampaikan pentingnya mengedukasi pasar badan usaha tentang pemanfaatan IoT. Di tahun 2020, menurutnya pemain IoT perlu gencar melakukan blusukan ke badan usaha.

Mengutip data dari Global System for Mobile Communications (GSMA), Ismail mengatakan, badan usaha mampu menghemat biaya 4-5% dari seluruh ongkos operasional. Dia mencontohkan, PT Pertamina (Persero) yang mampu melakukan penghematan operasional mencapai US$ 2,4 juta (sekitar Rp 34,3 triliun) atau 5% dari total US$ 48,7 juta di tahun 2018. Begitu juga dengan PT PLN (Persero) yang menghemat Rp 15,41 triliun dari total operasional Rp 308,2 triliun pada periode yang sama.

“Jika IoT diimplementasikan dan tepat sasaran untuk menyelesaikan masalah, maka badan usaha dapat melakukan penghematan signifikan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengungkapkan penerapan IoT sangat membantu pihaknya dalam mewujudkan Tegal Smart City. Apalagi visi utama daerah tersebut adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, akuntabel, berwibawa dan inovatif, berbasis teknologi inforasi.

Saat ini, menurut Jumadi, Kota Tegal telah memiliki banyak layanan inovatif yang berkaitan dengan pelayanan publik. Salah satu di antaranya adalah Jakwir Cetem (Aja Kosih Wira Wiri Cepat Tepat dan Mudah) yang merupakan aplikasi berbasis mobile, cloud, dan iOT yang bekerja sama dengan salah satu layanan transportasi online untuk mengantar dokumen kependudukan.

“Dengan aplikasi tersebut, pendudukan tidak perlu datang ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mengurus dokumen kependudukannya. Cukup lewat smartphone, dokumen akan diantar ke rumah warga,” ujarnya.

Ketika diluncurkan pada 21 Oktober 2019, Jumadi mengklaim Jakwir Cetem telah melayani sebanyak 7.712 kali pelayanan online. Tak heran, inovasi ini berhasil mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pengiriman Dokumen Kependudukan Terbanyak Dalam Sehari ketika diluncurkan.

Sumber : trendtech.id

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *