4 Jenis-Jenis BIOS yang Sering Digunakan dan Ketahui Fungsinya

 4 Jenis-Jenis BIOS yang Sering Digunakan dan Ketahui Fungsinya



PHOENIX BIOS merupakan BIOS yang dikembangkan oleh Phoenix Tecnologies Inc. Perusahaan ini memiliki markas di Pasadena, California Amerika dan didirikan pada tahun 1979. Agar bisa masuk ke dalam setup PHEONIX BIOS, perlu dilakukan dengan menekan tombol F2 pada saat proses POST (Power On Self-Test).

Sedangkan untuk kode beep pada PHOENIX BIOS sedikit berbeda yakni tidak diatur menurut panjang pendeknya bunyi beep. Pada phoenik, kode diatur dengan jeda. Misalkan bunyi ’beep beep – beep – beep beep’ kodenya 2 – 1 – 2. Ketahui pula beberapa atri kode beep yang muncul pada saat menyalakan komputer yang menggunakan PHOENIX BIOS:

– 1 – 1 – 4 -> BIOS rusak.

– 1 – 2 – 1 -> Motherboard rusak.

– 1 – 3 – 1 -> RAM rusak/tidak terpasang dengan benar.

– 3 – 1 – 1 -> Motherboard rusak.

– 3 – 3 – 4 -> VGA rusak/ tidak terpasang dengan benar .

– 1 – 1 – 4 – 1 -> Kesalahan Cache (Level 2).

– 1 – 2 – 2 – 3 -> ROM BIOS Cheksum.

– 1 – 3 – 1 – 1 -> DRAM Segarkan Uji.

– 1 – 3 – 1 – 3 -> Keyboard kontroller uji.

– 1 – 3 – 4 – 1 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada baris alamat xxxx.

– 1 – 3 – 4 – 3 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada xxxx it data byte rendah dari bus memori.

– 1 – 4 – 1 – 1 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada xxxx it data byte tinggi dari bus memori.

– 2 – 1 – 2 – 3 -> ROM: pemberitahuan hak cipta.



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *