Awas, Serangan Ubur-Ubur Api di Pantai Selatan Cilacap dan Kebumen

 Awas, Serangan Ubur-Ubur Api di Pantai Selatan Cilacap dan Kebumen



Dalam kesempatan berbeda, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengatakan musim ubur-ubur biasanya memang muncul pada musim angin Timuran. Di antara jenis-jenis ubur-ubur itu, ada pula jenis ubur-ubur tudung biru atau ubur-ubur api. Nelayan telah terlatih untuk menangani jenis ubur-ubur ini.

Mereka menghindari kontak langsung dengan jenis ubur-ubur ini. Sebab, ubur-ubur ini bisa menyebabkan iritasi dan panas di kulit. Ada kalanya, saat tubuh tidak dalam kondisi baik, dampaknya juga bisa lebih besar. Misalnya, sampai menyebabkan sesak napas.

Bahkan, ubur-ubur yang oleh warga lokal disebut Leteh atau Rawe, yang sengatannya bisa bikin melepuh. Tak jarang, tentakelnya yang beracun bikin korban pingsan.

“Itu biasanya kalau yang kena ubur-ubur memang punya penyakit bawaan. Normalnya hanya iritasi, panas dan gatal,” ucap Sarjono.

Sarjono memperingatkan, ubur-ubur banyak ditemui di kawasan pantai. Sebab itu, wisatawan diminta untuk berhati-hati. Sebab, ubur-ubur bisa menyebabkan gatal-gatal pedas.

Sarjono menerangkan, Leteh ini banyak ditemukan bersamaan dengan munculnya ubur-ubur biasa. Termasuk di pinggiran pantai, lantaran terdampar terbawa ombak.

 



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *