BEDA GENERASI, BEDA PERLAKUAN, BEDA KEBUTUHAN

 BEDA GENERASI, BEDA PERLAKUAN, BEDA KEBUTUHAN

Ilustrasi: Istimewa

Ada casan engga? Punya power bank engga?

Pertanyaan yang sering Anda ucapkan saat baterai Ponsel smartphone mulai menunjukan berdaya lemah. Agar tetap online, Anda akan mencari tambahan catu daya sesegera mungkin untuk mengisi baterai.

Sejatinya Ponsel-Ponsel sekarang sudah memiliki kapasitas baterai yang besar. Namun hampir semua Ponsel Smartphone yang beredar memerlukan catu daya untuk nge-Charge minimal 1x sehari. Kenapa? Karena untuk mendukung eksistensi Anda didunia maya, minimal untuk WA tetap aktif dan beberapa layanan social media.

Tahukah Anda jika ditahun 2000-an Ponsel-Ponsel yang kurang diminati adalah ponsel-ponsel yang memiliki kapasitas baterai yang rendah. Rata-rata ponsel dizaman itu memerlukan catu daya untuk charge 2-3 hari sekali. Bagaimana tidak, rata-rata Ponsel digunakan untuk SMS dan menelpon saja. Jika Ponselnya sudah setiap hari di Charge, berarti baterainya rusak atau melemah.

Fungsi-fungsi dari Ponsel / Smart Phone saat ini memang lebih kaya, sebut saja Artificial intelligent (AI) yang tersemat didalam Smart Phone sehingga dapat memciptakan beberapa aplikasi yang menarik. Layanan paket data dari operator juga terjangkau, sehingga membuat setiap pengguna dapat berkomunikasi dan mencari informasi dengan murah. jika paket data yang sudah beli habis, maka dunia informasi akan terhenti sesaat.

Bagaimana tidak, peristiwa blackout (mati lampu) pada 4 Agustus 2019 lalu sebagai contohnya. Jaringan internet banyak yang tidak aktif yang disebabkan oleh asupan listrik ke BTS terbatas. Ternyata digenerasi saat ini kebutuhan terhadap paket data begitu tinggi. Akhirnya banyak menciptakan persepsi “lebih baik dompet tertinggal dari pada HP tertinggal”.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *