Demo Kematian George Floyd Meluas, Wall Street Apa Kabar?

 Demo Kematian George Floyd Meluas, Wall Street Apa Kabar?


Jakarta, CNBC Indonesia – Situasi di Amerika Serikat (AS) sedang memanas. Aksi demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalkan George Floyd menyebar ke berbagai kota dan negara bagian. Beberapa aksi tersebut berujung aksi kekerasan dan perusakan properti.

Akan tetapi, sejauh ini kejadian tersebut belum terlalu berdampak terhadap sentimen di pasar keuangan. Bahkan indeks futures di Wall Street bergerak menguat.

Pada Senin (1/6/2020) pukul 13:39 WIB, indeks futures untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,41% ke 25.487. Sementara indeks futures S&P 500 menguat 0,25% ke 3.052 dan Nasdaq 100 bertambah 0,31% menjadi 9.584. Ini memberi gambaran bahwa malam nanti bursa saham New York akan bergerak di zona hijau.





“Dampak langsung ke ekonomi dari aksi-aksi ini kecil, setidaknya untuk saat ini. Saat orang-orang menilai sudah terlalu banyak melakukan aksi, mereka akan kembali ke aktivitas masing-masing,” kata Mark Zandi, Ekonom Moody’s Analytics, seperti dikutip dari MarketWatch.
Sepertinya sentimen pelonggaran pembatasan sosial (social distancing) lebih mendapat apresiasi dari pelaku pasar. Di AS, seluruh negara bagian sudah dan akan melakukan reopening.

Selain itu, investor juga sumringah karena sejumlah data yang dirilis hari ini cukup menggembirakan. Di China, angka Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur versi Caixin pada Mei 2020 versi adalah 50,7. Naik dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 49,4.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Di atas 50, berarti industriawan sedang melakukan ekspansi.

Kemudian di Jepang, perusahaan-perusahaan mulai meningkatkan belanja modal. Pada kuartal I-2020, belanja modal korporasi di Jepang tumbuh 4,3% year-on-year (YoY) setelah pada kuartal sebelumnya terkontraksi -3,5%.

Lalu di Korea Selatan, penjualan ritel periode April 2020 mengalami kontraksi -2,2% YoY. Meski masih negatif, tetapi jauh membaik ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai -8% YoY.

Pelonggaran social distancing, plus data ekonomi terbaru, menunjukkan ada harapan ekonomi bisa bangkit setelah dihajar habis-habisan oleh pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Harapan ini membuat investor masih berani bermain agresif dan tidak bermain aman.


Tim Riset CNBC Indonesia

(aji/aji)




Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *