Fokus Beras Khusus, Kementan Kembangkan Daya Saing ke Pasar Ekspor

 Fokus Beras Khusus, Kementan Kembangkan Daya Saing ke Pasar Ekspor



Telkopedia.id, Jakarta Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Saat bicara produksi, produktivitas penanganan pascapanen sampai dengan pemasaran menjadi hal yang harus ditangani semua unsur baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Bagaimana konsep peningkatan daya saing beras menjadi topik hangat diskusi “Ngopi Bareng Nozomi” yang dihadiri unsur Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, pengusaha penggilingan, pelaku usaha serta eksportir.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi, yang didaulat menjadi narasumber utama pada acara tersebut mengatakan perlunya upaya bagaimana supaya beras Indonesia berdaya saing global.

Ia mengaku bahwa dirinya pengagum konsep feed the world dan meyakini bahwa Indonesia suatu saat sebagai pemasok pangan tahun 2045. “Saya optimis terhadap itu, lebih cepat lebih bagus,” ungkapnya.

Hal ini bukan tidak mungkin karena seluruh dunia butuh sehat, untuk sehat perlu pangan yang sehat juga. Secara kinesologi Suwandi menyebut bahwa pangan yang baik hanya ada di Indonesia.

“Kita mampu memasok pangan dunia suatu saat ini. Berapapun kondisi pangan yang diproduksi petani harus dibeli,” ujarnya.

Tekait beras, selama ini yang diekspor dari Indonesia adalah beras khusus seperti beras organik, beras merah, beras hitam dan lainnya.

Selain itu ada juga produk samping seperti dedak, bekatul, dan sekam. Memang ada banyak permintaan beras kemarin, namun karena terkendala pandemi covid jadi beberapa masih proses. Suwandi pun meyakini peluangnya akan bagus ke depan.

Strategi yang harus dilakukan saat ini adalah harus memperbanyak negara dan memperbesar volume ekspor. Salah satu kiatnya dengan menambah wilayah binaan untuk mengembangkan lokasi berdaya saing dan bekerjasama dengan eksportir.

Kementerian Pertanian menurut Suwandi telah melakukan upaya untuk hal itu, apalagi adanya program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo menjadi tugas utama untuk meningkatkan potensi ekspor produk pertanian saat ini.

Bagaimana caranya agar berdaya saing, Kementan telah memberikan beberapa dukungan fasilitas seperti dengan bantuan sertifikasi bagi pertanian organik, uji mutu hasil produk pertanian, peningkatan SDM pembina mutu, pengajuan rancangan SNI sebagai sertifikasi jaminan mutu, serta bantuan alat pascapanen.

Tahun 2021, Kementan akan tetap fokus pada pangan beras. Dengan intervensi pemerintah terhadap 2,8 juta hektar lahan maka akan ada preferensi fasilitasi kegiatan untuk padi lahan kering, padi sawah, padi rawa, padi tadah hujan, padi di daerah rawan stunting serta budidaya beras khusus dan premium.

 



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *