TERBARU

Hadapi Covid-19 Industri Telko Butuh “Suplemen”

 Hadapi Covid-19 Industri Telko Butuh “Suplemen”

https://www.womenshealthmag.com/

Telkopedia: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus Corona (Covid-19) sebagai pandemi global karena cepatnya penyebaran. Berbagai negara fokus mengelola dampak dari viralnya Covid-19 dengan mengambil langkah Lockdown dan Social Distancing. Seperti penutupan penerbangan, pembatalan public events, peningkatan biosecurity, dan penjagaan lintas batas.

Bagaimanapun juga, kebijakan tersebut berdampak pada kegiatan ekonomi. Presiden Joko Widodo bahkan memerintahkan jajarannya untuk menghitung ulang risiko pelemahan ekonomi global akibat merebaknya Covid-19 yang merembet ke Indonesia. Bahkan, dalam sambutan rapat terbatas, Senin (9/3), Jokowi juga menyampaikan peluang dampak ekonomi lanjutan yang lebih panjang hingga 2021 nanti.

Sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pun diyakini akan terkena dampak dari Covid-19. Doni Ismanto, Founder IndoTelko Forum melihat pencegahan penyebaran dampak Covid-19 bisa mendatangkan peluang usaha tetapi juga ancaman bagi pelaku usaha di sektor TIK.

Menurut pria yang kini aktif sebagai Staf Khusus Wamenhan tersebut, Social Distancing yang dilakukan pemerintah bakal mengubah perilaku sosial dan kerja masyarakat. Di mana saat ini istilah Working For Home (WFH) atau Distance Learning menjadi familiar dan dianggap peluang bagi operator telekomunikasi di sisi trafik data.

“Bagi pemain, solusi ini menjadi berkah mengembangkan inovasi Unified Communication (UC) yang cocok bagi perusahan untuk WFH atau startup yang mengembangkan platform belajar online bagi kalangan pendidikan,” kata Doni saat Diskusi Nasib Industri Telko di Tengah Disrupsi Teknologi dan Covid-19, di Jakarta (16/3).

Doni mengungkapkan, tantangan yang harus dihadapi oleh pemain TIK di tengah Covid-19 adalah soal supply chain global khususnya untuk infrastruktur yang banyak tergantung dengan Tiongkok. “Adanya pembatasan pergerakan manusia tentu berakibat bagi operator dalam upgrade kualitas untuk jaringannya, minimal untuk mendatangkan ahli asing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada kondisi sekarang ini operator membutuhkan sejumlah insentif atau suplemen agar kua menghadapi dampak Covid-19. Suplemen tersebut seperti keringanan regulasi untuk mendukung pengembangan jaringan hingga kemudahan dalam melakukan transformasi digital. “Regulasi baru yang menjadi beban bagi operator ditunda dulu. Kita semua harus fokus memperkuat pemain TIK agar mampu mendukung Indonesia keluar dari penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya.

Sementara itu Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, menyebut penyebaran Covid-19 telah mengubah perspektif dunia, misalnya muncul anjuran bekerja dari rumah, tentu akan memberikan dampak bagi perekonomian negara dan industri TIK Indonesia.

Jika dilihat dari sisi positif, Covid-19 juga membuka peluang bagi operator seluler karena peningkatan penggunaan internet, aplikasi, dan kecerdasan buatan untuk mempermudah kebutuhan manusia. Menurutnya, ada 3 hal yang bisa diterapkan dalam proses transformasi teknologi. Pertama, Visi dan Kepemimpinan yang bisa membawa potensi negatif dari teknologi menjadi positif. Kemudian kedua, adanya inovasi dan adopsi teknologi baru. Ketiga, perlu diterapkan dalam budaya dan transformasi organisasi.

Diingatkannya, tahun 2020 akan sangat menantang bagi industri TIK karena faktor disrupsi teknologi dan Covid-19. Disrupsi teknologi bakal mengubah banyak hal dari sisi bisnis, kompetisi, adopsi dan inovasi teknologi, sampai kultur dan struktur organisasi perusahaan.

“Jumlah wisatawan akan menurun dan investasi asing juga. Bagaimana mau mikir investasi, kalau setiap negara mikir rakyatnya sendiri. Diperlukan visi dan kepemimpinan inovasi dan adopsi teknologi serta transformasi,” ujar Heru.
Sumber : https: www.gizmologi.id

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *