Jurnalis Diananta Divonis 3 Bulan 15 Hari

 Jurnalis Diananta Divonis 3 Bulan 15 Hari



Diananta sendiri kecewa atas putusan majelis hakim tersebut. Dia menilai, kasusnya sudah berakhir di Dewan Pers.

“Ini menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers,” kata Diananta dalam siaran tertulis Koalisi Masyarakat Adat dan Kebebasan Pers. Diananta masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya usai vonis hakim tersebut. Majelis hakim memberinya waktu tujuh hari untuk berpikir dan mengajukan banding. Diananta pun mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya atas solidaritas jurnalis, aktivis, serta segenap pihak yang telah mendukungnya.

“Kesadaran kolektif dari kawan-kawan membuat semangat saya di situasi sulit seperti ini,” ujar Diananta.

Selama menjalani proses hukum, Diananta sudah dipenjara selama 3 bulan 6 hari.

Direktur LBH Pers, Ade Wahyudin menyayangkan vonis bersalah terhadap Diananta tersebut. Dia menilai, Diananta seharusnya dibebaskan karena unsur pidana yang didakwaan tidak terpenuhi pada saat pembuktian di persiangan.

“Putusan ini bukan hanya soal Diananta, tapi juga soal kebebasan pers di Indonesia. Dan hari ini akan tercatat sebagai hari kelam bagi kebebasan pers di Indonesia,” kata Ade.

Pengacara Diananta, Bujino A Salan mengatakan, vonis yang hampir sama dengan masa penahanan kliennya menunjukkan keraguan di benak majelis hakim.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan ahli pidana dan pers yang sempat dihadirkan dalam persidangan, unsur yang didakwakan tidak bisa terpenuhi karena Diananta adalah seorang jurnalis.

“Seorang jurnalis mempunyai hak dan legal standing. Untuk itu profesi ini diakui oleh Dewan Pers,” tutur Bujino.

 



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *