Kelebihan & Kekurangan HP Entry Level Harga Rp2juta

 Kelebihan & Kekurangan HP Entry Level Harga Rp2juta


Pertama kali di dunia! Bukan, bukan smartphone pertama dengan baterai 6.000 mAh, tapi realme C15 ini pertama kali diperkenalkan secara global di Indonesia. Yup, realme memang selalu gencar untuk bawa teknologi canggih yang, kalau nggak fitur flagship dibawa ke mid-range, fitur baru dibawa ke entry-level. Sebelumnya, realme C11 bawa desain baru yang jauh lebih menyegarkan. Nggak cuma desain kameranya aja, realme juga bawa fitur Nightscape, yang sebelumnya belum ada pada smartphone di kelas lebih atasnya.

Lewat diluncurkannya realme C15, realme ingin hadirkan smartphone dengan 6.000mAh Mega Battery. Baterainya besar, tapi juga didukung dengan teknologi pengecasan 18 Watt Quick Charge. Dua teknologi ini hadir pertama kali, justru di realme C-series yang dikenal sebagai Entry-Level King, kali ini untuk kelas harga Rp2 jutaan.

Seperti apa smartphone ini secara keseluruhan? Cuma kece di baterainya aja, atau di seluruh fitur yang dibawa termasuk setup empat kamera belakangnya? Berikut pengalaman saya nyobain realme C15 selama beberapa hari.

Desain

Pas pertama kali saya memegang smartphone ini, memang terasa sedikit lebih tebal dan berbobot dari smartphone realme lainnya. Wajar saja, baterainya gede banget soalnya. Tapi masih terjaga kok, dengan ketebalan 9,8mm dan berat 209 gram. Anggap saja seperti sedang menggenggam smartphone flagship yang punya bobot sama.

Dari depan, terlihat mini-drop notch dengan tiga sisi bezel yang tipis kecuali bezel bawah yang sedikit tebal. Terdapat tombol volume dan power di sebelah kanan, kosong di bagian atas dan triple slot SIM di sebelah kiri atas. Sementara di bagian bawah ada jack audio 3,5mm, mikrofon, port micro-USB dan mono speaker.

Ketebalan realme C15

Bodi belakangnya meneruskan desain yang fresh dari realme C11. Mirip, tapi dibuat sedikit berbeda. Logo realme tetap ada di bagian bawah, dengan modul kamera kotak yang sudah kekinian. Sementara polanya mengingatkan saya dengan beberapa seri smartphone realme lama, menggunakan desain geometric gradient. Gradasi warnanya terlihat lebih fresh, tetap menarik untuk dilihat walaupun masuk di kelas pemula.

Hadir tanpa soft case dalam paket penjualan, realme C15 versi Seagull Silver yang saya coba ini tidak mudah kotor dengan permukaan doff-nya. Juga tidak licin ketika sedang digenggam. Kalau mau yang lebih berwarna dan sedikit lebih gelap, bisa memilih opsi warna Marine Blue.

Layar

Layar realme C15

Dimensinya 6,5 inci, punya resolusi HD+, rasio layar ke bodi 88,7% dan pakai mini-drop notch. Layar realme C15 sama seperti smartphone terjangkau realme lainnya, dan ini bukanlah hal buruk. Panel IPS yang digunakan punya kecerahan dan saturasi yang cukup baik, berwarna namun tidak berlebihan, serta cukup akurat di kelasnya.

Layar besarnya cocok untuk digunakan sebagai media hiburan. Yang disayangkan, smartphone ini tak hadir dengan sertifikasi Widevine L1, jadi kalau nonton serial Netflix, belum bisa sampai resolusi 720p. Juga belum ada LED notifikasi, tapi tersedia opsi untuk menyalakan layar setiap kali ada notifikasi masuk ke smartphone.

Sejak awal dibuka dari kotaknya, realme C15 sudah memiliki lapisan antigores yang terpasang dari pabrikan. Saran saya, tetap digunakan saja, mengingat tidak ada informasi proteksi layar lebih seperti Gorilla Glass.

Kamera

Kamera realme C15

Nah, pertama kalinya di C-Series, realme C15 kini sudah menggunakan konfigurasi Quad Camera. Sensor utamanya punya resolusi 13MP dengan bukaan f/2.2 dan sudah mendukung PDAF. Lalu ada kamera ultra wide-angle 8MP f/2.2 dengan sudut pandang mencapai 119 derajat. realme sediakan fitur seperti HDR dan Chroma Boost, untuk tingkatkan saturasi foto secara instan.

Kamera utama, cahaya melimpah.
Kamera utama, indoor cahaya cukup.
Kamera ultra wide-angle, malam hari, cahaya cukup.

Nah, kedua sensor kamera tambahannya ini cukup unik, masing-masing punya resolusi 2MP. Yang satu sensor hitam putih atau BW, satunya lagi disebut dengan Retro lens. Apa itu Retro lens? Fitur ini bisa ditemukan ketika kamera menggunakan mode potret, lalu pilih kedua filter yang ada di paling kanan. Kamera akan mensimulasikan foto lawas dengan tekstur khas di sudut atau pinggir frame. Sebuah gimmick yang… oke aja untuk seru-seruan.

Baik kamera utama, kamera ultra-wide dan kamera depan 8MP bisa digunakan untuk merekam video hingga resolusi full HD 1080p di 30fps. Sayangnya, belum dilengkapi dengan EIS, jadi tangan kamu harus lebih stabil supaya footage tidak terguncang.

Kamera depan, malam hari, cahaya cukup.

Yang nggak kalah spesial, kameranya juga sudah dilengkapi dengan mode Super Nightscape. Mode ini berjalan untuk kamera belakang, baik sensor wide maupun ultra-wide, bakal ambil beberapa foto dengan eksposure berbeda yang kemudian digabungkan menjadi satu foto akhir. Lumayan banget untuk bikin hasil foto lebih terang dan jelas dalam kondisi pencahayaan yang kurang.

Kamera utama, tanpa Nightscape.
Kamera utama, dengan Nightscape.
Kamera ultra-wide dengan Nightscape.

Untuk hasil foto dan video lebih lengkap, bisa kamu akses pada album berikut ini.

Fitur

Smartphone ini sudah menjalankan realme UI berbasis Android 10. Kustomisasinya cukup berlimpah, mulai dari tema dan font yang bisa diganti, dark mode yang bisa ubah tampilan aplikasi pihak ketiga sekaligus, dan masih banyak lagi. Ketika butuh waktu untuk istirahat, fitur focus mode hadir untuk mematikan notifikasi, supaya bisa lebih fokus untuk beristirahat atau bahkan meditasi.

realme C15 hadir dengan sensor sidik jari yang disematkan pada bodi bagian belakang. Sensornya cukup akurat dan cepat dalam memindai, meski jari tangan sedikit basah sekalipun. Dan berkat kamera depannya yang sedikit ditingkatkan, fitur face unlock juga cukup dapat diandalkan. Hadirnya sensor sidik jari cocok untuk alternatif pengguna yang sering menggunakan masker di wajah saat pandemi.

Performa

Skor Antutu & GeekBench 5 realme C15
Skor Antutu Benchmark & Geekbench 5 dari realme C15.

MediaTek Helio G35 dipilih realme sebagai inti dari smartphone ini. Chipset kelas entri, tapi masih termasuk dalam seri gaming. Dengan CPU octa-core yang punya clockspeed tertinggi di 2,3GHz dan fabrikasi 12nm, performanya terasa kencang.

realme C15 bakal hadir dengan opsi RAM 3GB & 4GB LPDDR4x, pilihan internal memorinya juga lega, 64GB dan 128GB dan masih ditambah slot kartu microSD terdedikasi. Secara keseluruhan, performanya cukup oke. Tidak lambat, tapi juga tidak spesial.

Buat main game seperti PUBG: Mobile dengan pengaturan grafis smooth – medium cukup lancar. Wajar saja, performa memang bukan keunggulan utama smartphone berbaterai besar ini. Selain baterai, kemampuan smartphone melibas kegiatan ber-smartphone sehari-hari juga ditekankan pada realme C15 ini.

Baterai

Super Power Saving Mode realme C15
Mode Super Power Saving di realme C15.

Kalau bukan kapasitasnya yang besar, teknologi pengecasan smartphone realme umumnya kenceng banget. Nah, di realme C15 yang notabene smartphone entry-level, realme malah menggabungkan dua inovasi sekaligus. Menggunakan baterai terbesar, 6.000 mAh plus 18W Quick Charge.

Di smartphone realme sebelumnya yang punya baterai 5.000 mAh, sangat normal bila tahan hingga dua hari pemakaian. Dengan realme C15, mudah saja digunakan sampai tiga hari, dengan pemakaian yang cenderung ringan tentunya ya. Sementara kalau lebih intensif, sering dibuat nonton drama sambil streaming, bisa nyala dua hari dengan screen-on time sampai 9-10 jam.

Baru di realme C15, saya nggak khawatir keluar rumah (ketika memang sedang diperlukan, ya, kalau nggak perlu di rumah saja) dengan kapasitas baterai 20%. Bahkan ketika sudah 5% pun, kamu bisa mengaktifkan fitur Super Power Saving Mode yang bisa menambah masa pakai hingga beberapa jam lagi. Menariknya, Super Power Saving Mode  menawarkan pengguna untuk memlilih 6 aplikasi yang paling sering digunakan untuk memfokuskan sistem dan menejemen daya ke aplikasi terpilih demi memperpanjang usia baterai. Lalu, mau menjadikan realme C15 sebagai power bank? Bisa, lewat fitur reverse charging dengan tambahan kabel USB OTG terpisah ya.

Ketika perlu mengisi daya, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menambah daya 25%. Sementara untuk mengisi penuh, butuh waktu sekitar 3 jam. Sekali lagi, ini sangat wajar mengingat kapasitas baterainya yang besar. Waktu siaganya aja bisa mencapai 57 hari, alias hampir dua bulan.

Kesimpulan

Kelengkapan realme C15

realme benar-benar menargetkan smartphone ini untuk Gizmo friends yang, bisa dibilang, punya low battery anxiety atau nggak mau baterai smartphone-nya cepat habis. Dengan baterai 6.000 mAh di realme C15, kamu bisa gunakan smartphone ini sampai dengan tiga hari bahkan lebih tanpa perlu charge, dan pengisiannya pun termasuk yang paling cepat di kelasnya.

Penambahan kamera retro di belakang jadi gimmick yang, yah, lumayan buat seru-seruan. Performanya juga bukan yang paling kencang, begitu pula dengan kualitas kameranya. Namanya juga kelas entri, tidak bisa unggul dalam semua sisi. Setidaknya, fitur-fitur yang disediakan masih oke untuk penggunaan sehari-hari, jadikan realme C15 cocok untuk menjadi opsi Entry-Level King baru untuk harga Rp2 jutaan.

Tak sabar ingin meminangnya? realme menggelar penjualan perdana smartphone mega baterai 6.000mAh dengan 18W Quick Charge ini di Lazada, tepat di hari peluncurannya (7/28) jam 18:00 WIB dan esok hari (7/29) jam 10:00 WIB dengan harga spesial.


Cek harga smartphone realme di ecommerce:

Shopee.co.id Lazada.co.id Bli bli.com ERASPACE JD.ID Tokopedia.com

Spesifikasi realme C15

Spesifikasi realme C15


Disclaimer: artikel ini merupakan kerja sama dengan realme Indonesia.

Review realme C15

Meneruskan desain yang fresh, realme C15 sekali lagi membawa fitur mewah ke kelas entry-level, seperti baterai 6.000 mAh plus 18W Quick Charge. Serta empat kamera belakang yang cukup asik untuk digunakan.

  • Design

  • Display

  • Camera

  • Performance

  • Features

  • Battery



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *