Kelebihan Kekurangan HP Kamera Harga Rp4 jutaan

 Kelebihan Kekurangan HP Kamera Harga Rp4 jutaan


Ketika sebuah produsen smartphone memutuskan untuk merilis sekuel lini produknya, umumnya hadir dengan spesifikasi yang lebih baik, fitur-fitur yang lebih menarik, dan tentunya, harga yang bertambah mahal. Namun untuk sebuah smartphone terbaru OPPO satu ini, hanya dua poin pertama saja yang dipenuhi, tidak dengan poin ketiga.

Cukup mengejutkan memang, ketika mengetahui bila OPPO Reno4 ternyata dijual sedikit lebih murah dari generasi sebelumnya, yaitu OPPO Reno3 yang telah kami ulas pada bulan April kemarin. Rentang peluncurannya sangat dekat, memang, namun juga diperlukan. Mengingat seri sebelumnya bisa dibilang kurang spesial, kecuali fitur kameranya.

Selang beberapa hari menggunakan OPPO Reno4, saya bisa menyimpulkan jika memang spesifikasi di atas kertas bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana perangkat lunak yang ada dapat memaksimalkan chipset serta hardware lain untuk berikan fitur-fitur menarik, dan hal tersebut dibuktikan oleh OPPO melalui Reno4. Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya pada ulasan OPPO Reno3, desain smartphone tersebut terlihat sangat biasa. Tidak ada yang spesial, dengan modul kamera generik serta penggunaan waterdrop notch yang kurang kekinian. Lewat OPPO Reno4, desainnya diubah sangat drastis, jadikan tampilannya jauh lebih stylish dan premium.

Tak hanya itu, dimensinya juga dibuat lebih ramping serta ringan, masing-masing hanya 7,7mm dengan bobot 165 gram saja. OPPO gunakan material lembaran baja tahan panas untuk penampang belakangnya, dengan komponen baru lain yang dapat mereduksi ketebalan smartphone ini, dan tetap kuat dengan lapisan Gorilla Glass 3.

OPPO Reno4

Frame kameranya dibuat sedikit menonjol, dengan aksen tulisan “Innovative Quadcam”, menunjukkan kemampuan kamera yang diunggulkan. Smartphone ini hadir dalam dua opsi warna yang masing-masing punya karakter menarik. Space Black miliki permukaan glossy dan logo OPPO yang ditampilkan berulang, dengan sedikit tersembunyi dan efek gradasi.

Sementara varian Galactic Blue yang saya gunakan kali ini miliki tekstur matte, yang OPPO sebut dengan teknik “Reno Glow”. Ada lebih dari satu lapisan warna biru, menghasilkan gradasi yang sangat halus, mulai dari biru tua hingga perak di bagian atasnya.

Layar

Kamera depan OPPO Reno4

Beralih ke bagian depan, OPPO Reno4 akhirnya diperbarui dengan tampilan kamera dual punch-hole. Panelnya sudah gunakan AMOLED dengan dimensi 6,4 inci, dan resolusi full HD+ yang hasilkan kerapatan piksel mencapai 409 ppi. Bagian bezel bawahnya sedikit lebih tebal, namun setidaknya dimensi kamera punch-holenya relatif kecil.

Layar OPPO Reno4

Selain sudah terpasang pelindung tambahan, kacanya sendiri sudah dilapisi dengan Gorilla Glass 5. Reproduksi warnanya pun cukup akurat, tersedia mode vivid yang gunakan standar DCI-P3, dan standar untuk sRGB. Saat menggunakannya, saya tidak perlu menggeser temperatur ke lebih hangat karena akurasinya yang sudah cukup baik.

Di balik layar OPPO Reno4, terdapat sensor Hidden Fingerprint Unlock 3.0 dengan ketebalan hanya 0,27mm. Akurasinya khas sensor in-display fingerprint smartphone OPPO pada umumnya, akurat dan cepat.

Kamera OPPO Reno4

Kamera OPPO Reno4

Masuk ke salah satu bagian yang paling diunggulkan oleh OPPO Reno4, yaitu kamera. Mungkin secara besaran resolusi, bukan yang paling tinggi di kelasnya. Di sisi depan, terdapat sebuah kamera beresolusi 32MP dengan diafragma f/2.4, ditemani sensor tambahan yang tidak memiliki fungsi untuk jepret foto (akan dibahas dalam bagian fitur).

Sementara di belakang, terdapat setup empat kamera utama. Sensor utamanya beresolusi 48MP dengan dimensi fisik yang cukup besar (1/2 inci) serta diafragma f/1.7. Ditemani sensor ultra wide-angle 8MP f/2.2, macro 2MP f/2.4, serta mono 2MP f/2.4. Sensor kamera mono ini punya peran penting untuk hasilkan efek foto dan video khusus, baru diperkenalkan pada seri ini.

Secara umum, kualitas hasil foto dari kamera belakangnya cukup memuaskan. Reproduksi warna cukup akurat, hanya saja hasil foto dari kamera ultra-wide terlihat lebih halus terutama pada kondisi pencahayaan cukup maupun kurang. Wajar, mengingat dimensi sensornya yang kecil. Serta tone warnanya yang cenderung sedikit warm atau kehijauan dalam kondisi tertentu.

Kamera utama, cahaya melimpah.
kamera ultra-wide, indoor cahaya cukup.
Mode makro aktif secara otomatis ketika memotret objek berjarak dekat.
Kamera utama, menggunakan night mode.
Kamera ultra-wide, menggunakan night mode.

Mode makro otomatis digunakan ketika objek yang ditangkap punya jarak yang sangat dekat, sehingga pengguna tidak perlu mengganti ke mode khusus. Jika ingin lebih kreatif, terdapat mode expert dimana kamu bisa mengatur kecepatan rana (1/8000s – 32s), ISO (100 – 6400), sampai mode Ultra HD 108MP lewat proses image stitching (selain mode 48MP yang bisa diakses dari menu foto biasa).

Tak memiliki sensor ultra-wide khusus, kamera depan OPPO Reno4 punya sudut pandang lebar. Perlu sedikit penyesuaian agar wajah tidak terkena distorsi dari sudut fotonya, tapi dengan begitu, pengambilan video jadi lebih mudah. Secara kualitas juga sudah cukup baik, hanya saja dalam kondisi pencahayaan indoor dengan lampu cerah membuat hasil foto menjadi over-exposure. Semoga dapat diperbaiki melalui pembaruan software.

Kamera depan, indoor cahaya cukup.
Kamera depan, outdoor sore hari.

Beralih ke fitur baru yang pada awalnya saya mengira hanya untuk gimmick seru-seruan aja, tapi ternyata cukup sering saya gunakan. Yaitu adalah AI Color Portrait Mode serta Night Flare Portrait. Fitur yang pertama memungkinkan kita untuk mengambil foto objek manusia dengan latar belakang hitam putih.

Memang fitur serupa ada juga di perangkat lain seperti Google Pixel, lewat efek color pop yang bisa diterapkan pasca foto diambil. Namun tentu saja, hasilnya tidak optimal. Sedangkan untuk memberikan efek yang rapih, perlu kemampuan editing khusus yang menghabiskan waktu cukup banyak. Dengan AI Color Portrait di OPPO Reno4, semua terjadi secara instan.

Fitur ini bekerja baik di kamera belakang maupun depan, dan hasilnya langsung terlihat bahkan sebelum foto diambil. Tidak hanya pada mode foto, namun juga dalam perekaman video. Khusus kamera belakang, kita bisa merekam video dengan hanya menampilkan warna merah/hijau/biru saja, lewat mode Monochrome Video. Hasil videonya melebihi ekspektasi saya, dimana kamera mampu menangkap warna tertentu dengan baik, dan dengan stabilisasi video yang masih aktif.

Fitur menarik lainnya adalah Night Flare Portrait. Tak hanya hasilkan foto potret dengan latar blur yang halus, fitur ini berikan efek khusus kepada cahaya lampu yang ada di sekitar objek, terlihat lebih artistik dan menarik. Khusus fitur ini, pengambilan foto hanya akan optimal dalam kondisi pencahayaan sore atau malam hari, dengan latar perkotaan atau area sekitar dengan gemerlap lampu.

Untuk mode perekaman video, OPPO Reno4 dapat merekam hingga resolusi maksimal 4K 30fps atau 1080p 60fps. Tersedia mode Ultra Steady Video 3.0 yang bekerja baik dengan sensor kamera utama maupun ultra-wide. Sedangkan untuk efek video dramatis, fitur slow-motion video mampu rekam hingga 960fps pada resolusi HD (atau 480fps di 1080p). Jika ingin mengakses seluruh foto dan video yang ditangkap dari OPPO Reno4, Gizmo friends dapat mengakses album berikut ini.

Fitur

OPPO Reno4 merupakan smartphone pertama OPPO yang menjalankan versi terbaru dari ColorOS, yaitu ColorOS 7.2. Berbasis Android 10, fitur yang dibawa cukup lengkap seperti versi sebelumnya, dengan beberapa tambahan fitur menarik.

Untuk percantik tampilan depan, pengguna bisa menggunakan Gravity Wallpaper, yang dapat bergerak seolah mengikuti gravitasi. Saat ini, baru tersedia satu wallpaper saja (bulan), kedepannya OPPO berencana untuk berikan pilihan tambahan.

Ada juga aplikasi OPPO LAB yang membawa fitur percobaan untuk dinikmati lebih dulu. Di dalamnya, terdapat dua fitur menarik seperti decision spinner (membantu kita untuk mengambil keputusan dengan opsi jawaban tertentu), serta Lab Ringtone untuk meng-edit nada dering yang ada, supaya lebih personal.

Oh ya, di bagian kamera tadi, saya menyinggung fungsi sebuah kamera depan yang tak digunakan untuk ambil foto. Kamera beresolusi 1,2MP tersebut dinamakan “AON Smart Sensor”. Dibantu dengan kecerdasan buatan, sensor ini hadir untuk berikan ragam fitur tambahan yang cukup menarik.

AON Smart Sensor

Yang paling berguna selama saya menggunakan OPPO Reno4 adalah fitur Smart Air Control. Fitur ini bekerja untuk aplikasi seperti YouTube, Facebook, Instagram dan TikTok. Dengan mengggunakan gestur tangan ke atas dan ke bawah, konten akan bergerak sesuai gestur. Tinggal letakkan smartphone di sudut tertentu, dan kita dapat bernavigasi dengan mudah tanpa perlu menyentuhnya.

Fitur Smart Spying Prevention berguna untuk Gizmo friends yang sering berada di keramaian atau di dalam transportasi umum. Ketika AON Smart Sensor mendeteksi ada orang lain di belakang kita, notifikasi secara otomatis disembunyikan. Tingkatkan privasi, supaya nggak ada yang bisa intip isi pesan saat layar menyala.

Hobi rebahan sambil menggunakan smartphone? Dengan Smart Rotation, layar tidak akan otomatis berputar ke mode landscape selama digunakan, sehingga tidak perlu menonaktifkan fitur auto-rotate. Sementara Smart Always On Display membuat layar terus menyala selama pengguna memandang layar. Sensor ini bekerja baik meski pencahayaan hanya 1 lux.

Performa

Benchmark OPPO Reno4

Jika performa OPPO Reno3 terkesan biasa saja, lain halnya dengan OPPO Reno4. Peningkatan performanya bahkan signifikan lebih cepat dari seri OPPO Reno3 Pro yang dijual lebih mahal sekalipun. Menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 720G, performanya meningkat sekitar 46% dengan peningkatan GPU sekitar 40% lewat Adreno 618.

OPPO Reno4 yang hadir di Indonesia memang tidak hadir dengan chipset yang mendukung 5G. OPPO Indonesia menyebutkan jika dukungan 5G masih belum diperlukan, terutama pada sasaran kelas perangkat yang satu ini. Setidaknya, Snapdragon 720G masih cukup kencang untuk penggunaan sehari-hari, ditambah RAM 8GB LPDDR4x yang sudah cukup lega untuk multitasking.

Saat digunakan untuk bermain PUBG Mobile, tidak ada kendala yang berarti, meski belum ada pilihan grafis smooth extreme. Bodi smartphone pun tidak terasa panas meski tanpa pendingin khusus, bahkan ketika sedang diisi daya sekalipun. OPPO mengklaim jika mereka telah mengoptimalkan chipset semaksimal mungkin, agar mampu berikan performa maksimal, termasuk untuk fitur kamera di atas.

Kapasitas memorinya cukup luas di 128GB. Jika dirasa kurang, masih bisa di-ekspansi lewat slot kartu microSD terdedikasi (hingga 256GB).

Baterai

Kapasitas 4,015 mAh pada OPPO Reno4 mampu bertahan hingga seharian penuh, dengan screen-on time sekitar 5 jam, menyisakan sekitar 10-15% di malam hari. Itu sudah termasuk dengan penggunaan always-on display, kamera yang sedikit intensif, tersambung ke smartwatch melalui Bluetooth serta sekitar 60 menit hotspot. Hal ini mungkin karena chipsetnya yang dioptimalkan dengan ColorOS 7.2.

Baterai yang irit cocoknya dipadukan dengan teknologi pengecasan yang cepat. Untuk itu, OPPO hadirkan teknologi VOOC Flash Charge 4.0 di OPPO Reno4. Dengan 30 watt, untuk isi daya 50% butuh waktu hanya sekitar 20 menit. Sementara untuk isi penuh dari 2%, sembari sesekali digunakan, membutuhkan waktu satu jam lebih sedikit.

Baterai sudah mau habis dan jauh dari pengisi daya? Tenang aja. ColorOS 7.2 di OPPO Reno4 hadir dengan Super Power Saving Mode. Ketika diaktifkan, kita bisa aktifkan enam aplikasi terpenting saja. Lewat mode ini, dengan baterai 5% masih bisa menelepon lebih dari 1 jam, atau berkirim WhatsApp sampai 90 menit.

Kesimpulan

Kelengkapan OPPO Reno4

Menggunakan OPPO Reno4 secara keseluruhan cukup memuaskan. Desainnya mencerminkan sebuah smartphone premium, fitur-fitur baru pada kameranya berjalan optimal dan bikin saya lebih banyak ambil foto maupun video. Baterai irit, isi dayanya juga cepat. Penerus Reno3 ini jauh lebih mudah untuk direkomendasikan buat Gizmo friends yang mencari smartphone dengan budjet tidak sampai Rp5 juta.

AON Smart Sensor yang awalnya terkesan seperti gimmick nyatanya cukup membantu untuk gunakan aplikasi sehari-hari. Memang, masih ada beberapa sisi fitur yang masih bisa ditingkatkan, seperti speaker stereo atau penambahan sensor NFC. Meski begitu, kudos untuk OPPO Indonesia yang sudah menyesuaikan harga jual serta fitur yang bisa ditawarkan melalui OPPO Reno4.

OPPO Reno4 dengan harga perdana Rp4.999.000. OPPO Indonesia membuka preorder mulai tanggal 6 hingga 14 Agustus 2020. Pengguna yang melakukan pemesanan akan mendapatkan bonus berupa smart bracelet, bluetooth headset, dan smartphone standing holder senilai Rp1 juta serta paket Telkomsel TAU hingga 30GB.


Cek harga smartphone OPPO di:

BLIBLI SHOPEE BUKALAPAK ERASPACE  LAZADA JD.ID


Spesifikasi OPPO Reno4

OPPO Reno4

Review OPPO Reno4

OPPO Reno4 membawa banyak sekali peningkatan dari generasi sebelumnya, baik dari segi desain, performa sampai fitur-fitur di dalamnya. Semua dihadirkan dengan banderol harga awal lebih murah.

  • Design

  • Display

  • Camera

  • Performance

  • Features

  • Battery



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *