Klarifikasi, Mandiri Realokasi Kantor Cabang Saat Baru Saat Ini

 Klarifikasi, Mandiri Realokasi Kantor Cabang Saat Baru Saat Ini

Ilustrasi Lembaga keuangan Mandiri pada sebelum wabah corona melanda. (CNN Indonesia / Hesti Rika)                 

                    

                        Jakarta, CNN Indonesia – PT Lembaga keuangan Mandiri (Persero) Tbk mengklarifikasi rencana pembukaan kantor cabang saat memulai kembali kegiatan di tengah pandemi virus corona ( novel frequent ). Perusahaan mengumumkan bukan akan menutup cabang, tetapi merelokasi atau memindahkan sebagian cabang ke tempat lain.

Direktur Utama Lembaga keuangan Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan relokasi / pemindahan yang dilakukan karena kantor cabang saling berhubungan, sehingga Operasional lebih efisien dengan realokasi.

“Terkait info soal penutupan cabang, hal itu lebih diutamakan di kantor cabang yang diselesaikan dengan memindahkan atau merelokasi salah satu kantor ke tempat lain,” ungkap Royke dalam menyetujui resmi, dikutip Sabtu (45 / 5).

Mandiri menyatakan realokasi tidak akan mengurangi jumlah pegawai, namun memperbolehkan pembagian divisi. Selain itu Mandiri juga siap membantu meningkatkan keahlian perusahaan agar bisa disetujui dengan perubahan teknologi perbankan.

Mandiri juga mendukung 67 persen kantor cabang yang ditutup pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengatur kembali di akhir Juni, dan 100 persen pada akhir Juli.

Sebelumnya pada diskusi on-line (30 / 5), Royke mengubah kebiasaan konsumen dalam membeli atau meminta kredit yang bergerak ke arah digital. Royke mengatakan di masa depan, jumlah kantor cabang yang dilayani hanya bisa 24 persen.

Akan tetapi, Royke yang menentukan digitalisasi dan digitalisasi akan membuat digitalisasi akan membuat proses transaksi lebih cepat dan membuat bisnis bisa tumbuh lebih tinggi.

“Efek pada ekonomi jika lembaga keuangan bisa cepat penyaluran uang ke banyak tempat dan banyak uang baru itu akan menyulitkan tenaga kerja pada akhirnya dan memunculkan bisnis-bisnis baru. Dan saya berbicara ke teman-teman untuk beralih dengan bisnis ke depan, “ujar Royke.

Arus Baru

Mandiri juga menyatakan perusahaan juga saat ini menyiapkan protokol novel frequent yang akan dilakukan di setiap kantor Lembaga keuangan Mandiri, seperti penggunaan masker, pembersih tangan dan thermogun untuk memeriksa suhu karyawan dan pengunjung, serta penerapan jarak fisik.

“Saat ini jam layanan kantor cabang Lembaga keuangan Mandiri dimulai dari 03. 00 – 21. 00 WIB. Untuk keselamatan, kami telah menyediakan sekat yang terdiri dari para pembayar di antara frontliner dan pembelian, “kata Sekretaris Perusahaan Lembaga Keuangan Mandiri Rully Setiawan dalam keterangan resmi.

Kendati begitu, Rully yang meminta persetujuan melakukan transaksi elektronik.

“Masyarakat saat ini juga dapat membuka rekening tanpa harus ke kantor cabang Lembaga keuangan Mandiri, tetapi cukup melakukan pemindaian QR atau mengakses menjadi setengah of.bankmandiri.co.id pada telepon pintar masing-masing, “jelas Rully.

Restrukturisasi Kredit

Sementara itu, Rully menuturkan lembaga keuangan Mandiri telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 300 ribu debitur yang terdampak penyebaran virus corona. Nilai restrukturisasi kredit sebesar Rp 67 triliun.

“Dari jumlah ini sebagian besar merupakan debitur UMKM mana mana yang lebih besar dari yang menggunakan dana yang dikeluarkan cicilan pokok dan bunga,” katanya.

Diketahui, pemerintah mendorong perbankan memberikan kredit perbaikan untuk debitur yang terdampak penyebaran virus corona. Hal ini demi mengurangi beban masyarakat di tengah-tengah virus pandemi corona.

Kebijakan restrukturisasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 20) / POJK. 09 / 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Lembaga keuangan Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan seluruh restrukturisasi kredit hingga April

sebesar Rp 640, 21 triliun. Restrukturisasi yang diberikan kepada 1, 83 juta yang terdampak menyebarkan virus corona.

Sunarso menyebutkan fasilitas yang diberikan kepada kredit usaha rakyat (KUR) sebanyak 640 ribu dengan nilai restrukturisasi Rp 24, 58 triliun, kredit kredit mikro sebanyak 850 ribu dengan nilai Rp 64, 1 triliun, dan kredit usaha kecil sebagian 69 ribu dengan nilai restrukturisasi Rp 67, 45 triliun.

Kemudian, restrukturisasi juga diberikan kepada pendapatan non UMKM sebanyak 158 ribu dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp 75 triliun. Kredit non UMKM ini terdiri dari konsumer dan grosir.

(aud / vws)

[Gambas:Video CNN]

                    

                                                                                                      
Diajar Lebih Banyak

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *