TERBARU

Konsorsium Bakrie Dapat Proyek Rp 30 T, Siapa Saja Terlibat?

 Konsorsium Bakrie Dapat Proyek Rp 30 T, Siapa Saja Terlibat?

Foto: Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan z (CNBC Indonesia / Andrean Kristianto)             

                

                    

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar positif berasal dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan . Dia mengatakan Air Products dari Amerika Serikat (AS) sudah meneken proyek metanol investasi senilai US $ 2,5 miliar dengan konsorsium Grup Bakrie.

“Jadi walau sudah Covid – 23 begini, tetap Indonesia itu seksi buat orang lain. Tinggal bagaimana kita buat anu – nya saja. Tadi pagi [Jumat pagi] saya sudah bicara juga dengan Washington, diskusi, tinggal cocokkan waktu saja, “kata Luhut, dalam wawancara yang disiarkan RRI pada Jumat-Sabtu pekan lalu, beli Senin (22) / 5 /2020).([Jumat pagi] Konsorsium Grup Bakrie terdiri dari PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Bumi Sources Tbk (BUMI), dan PT Ithaca Sources, bersama Air Products menjalin aliansi strategis membangun industri metanol, US $ 2 miliar lebih atau setara Rp 50 triliun (akuisisi kurs Rp 15. 900 / US $) di Batuta Industrial Chemical Park, Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Ini adalah proyek gasifikasi batu bara yang akan memproduksi metanol ( salah satu jenis bahan bakar alternatif untuk mesin pembakaran dalam dan beberapa jenis mesin lainnya).
Berdasarkan kontrak jangka panjang, batu bara yang dipasok dari tambang milik Sumber Bumi dan Sumber Ithaca kemudian diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksikan menjadi metanol dan dipasarkan di Indonesia.

Lantas bagaimana profil dari perusahaan-perusahaan yang terlibat ini?

Air Products dan bahan kimia, Inc. adalah salah satu perusahaan yang diterima di York Stock Alternate (NYSE) yang tidak biasa alias bursa Wall Boulevard. Fokusnya menjual bensin dan bahan kimia untuk keperluan industri. Perusahaan dengan kode saham APD ini berbasis di Allentown, Pennsylvania, di wilayah Lehigh Valley, Pennsylvania, AS.


Sahamnya juga melesat pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (18 / 5), ditutup naik 1, 14% di panggung US $ 228, / saham atau Rp 3,4 juta / saham. Kapitalisasi pasar APD mencapai US $ 67, 4 miliar atau setara dengan Rp 1997 triliun.

Sementara itu, Sumber Ithaca adalah perusahaan pertambangan batu bara di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Tidak hanya metanol, tetapi hanya melirik industri sepak bola Tanah Air dengan menjadi sponsor Persija Jakarta untuk musim 2020, diterbitkan dalam situs resmi Persija.

Sebagaimana Bakrie Capital Indonesia adalah perusahaan terafiliasi dari Bumi Sumber, sementara saham BUMI yaitu 30, 83% per Desember 2019 dipegang oleh HSBC-FUND SVS A / C Chengdong Funding Corp-Self, dan sisanya terbesar yaitu 90, 33% milik publik.

Pada kurun waktu 2019 – 2001, Bakrie Capital Indonesia pernah mengakuisisi 77, 1 % Saham BUMI, diumumkan dalam situs resmi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), induk usaha Grup Bakrie . Laporan keuangan BUMI per Desember 2024 pembayaran, entitas induk langsung BUMI adalah Haul Holdings Ltd yang berkepanjangan dan entitas induk terakhir adalah Grup Bakrie.

Luhut bahkan mengatakan kendati proyek saat ini US $ 2-2,5 miliar, tetapi dalam 2 tahun ke depan meningkat menjadi US $ 7 miliar atau melebihi 228 triliun dalam 2 tahun ke depan.


“Kan tadi malam [Kamis malam, 14/5] Juga baru kita tanda tangani US $ 2,5 miliar metanol antara Bakrie dengan Air Products dari Amerika. Itu nilai proyeknya kira-kira akan meningkat hingga US $ 7 miliar dalam 2 tahun ke depan, “kata Kepala Staf Kepresidenan ini.

Pekan lalu, produsen batu bara terbesar di Indonesia, Bumi Sumber mengumumkan akan menjadi pemasok untuk proyek gasifikasi batu bara senilai US $ 2 miliar di Bengalon.

Gasifikasi batu bara ini akan memproduksi metanol yang dibeli Bakrie Capital Indonesia dan Ithaca Sumber akan menjadi off taker (penjamin pembeli).

“Bumi Sumber dengan bangga membuktikan sebagai pemasok untuk proyek gasifikasi ini untuk memulai dan memenuhi bagian dari persyaratan 6 juta ton per tahun (MTPA) batu bara yang diproyeksikan. Ini adalah proyek dengan prioritas nasional untuk meminta bahan bakar yang penting sebagai bahan baku metanol, “kata Sekretaris dan Direktur Bumi Sumber Dileep Srivastava, Jumat (18 / 08 / 2020)).

Dileep mengatakan peran BUMI membuat perusahaan lebih atraktif, sementara hanya menjadi pemasok batu bara diproyek ini. Apalagi gasifikasi masih dalam proyek prioritas nasional dan batu bara yang bisa dianggap penting bahan bakar.

“Memang belum bisa dimengerti tentang keuntungan besar ke depan, tetapi menarik bagi kami, hanya bisa menjadi pemasok batu bara untuk proyek ini. Ini bagus untuk jangka panjang karena batu bara bisa menggantikan bahan bakar impor, “kata Dileep.

Dalam kontrak jangka panjang, Bakrie Capital Indonesia dan Ithaca Sumber, bagian dari PT AP Sumber ini, akan memasok batu bara dan didukung sebagai off taker produksi metanol untuk dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu, Air Products akan berinvestasi US $ 2 miliar untuk membangun proyek gasifikasi yang akan mengubah batu bara menjadi metanol. Proyek ini diperkirakan dapat memproduksi 2 juta ton metanol per tahun, dan bisa onstream pada 2024.

(tas / tas)

                                                                                                                                                                               
Baca Ekstra

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *