Laju Blue Bird (BIRD) dan Express Transindo Utama (TAXI) Diadang Corona

 Laju Blue Bird (BIRD) dan Express Transindo Utama (TAXI) Diadang Corona


Bisnis.com, JAKARTA — Dua perusahaan penyedia layanan transportasi, PT Blue Bird Tbk. dan PT Express Transindo Utama Tbk., tidak luput dari dampak penyebaran pandemi virus corona.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (31/5/2020), manajemen Blue Bird dan Express Transindo Utama sama-sama menyatakan kondisi kelangsungan usaha perseroan saat ini terganggu oleh Covid-19 meski dengan dampak yang berbeda.

Blue Bird menuturkan pandemi Covid-19 telah berdampak kepada penghentian operasional sebagian. Emiten bersandi saham BIRD itu memerkirakan kondisi ini bakal berlangsung antara 1-3 bulan.

Manajemen BIRD mengatakan dilakukan penutupan sementara untuk layanan Jakarta Airport Connexion (JAC) dan Big Bird Shuttle Jakarta Bandung. Kedua layanan itu dilaporkan memiliki kontribusi 25 persen terhadap total pendapatan konsolidasi periode 2019.

BIRD memperkirakan akan mengalami penurunan total pendapatan kurang dari 25 persen secara year-on-year (yoy) untuk periode buku yang berakhir 31 Maret 2020. Tetapi, situasi ini diproyeksi memangkas laba bersih hingga lebih dari 75 persen dalam periode yang sama.

Kendati demikian, BIRD mengklaim belum melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari Januari 2020 hingga akhir Mei 2020. Jumlah karyawan tetap dan tidak tetap perseroan disebut sebanyak 3.312 orang.

Untuk mempertahankan kelangsungan usaha, BIRD menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, mengadakan kesepakatan dengan para kreditur untuk memperoleh relaksasi dalam pembayaran pokok utang.

Kedua, menciptakan peluang bisnis baru selain bisnis yang sudah ada. Ketiga, efisiensi di berbagai lini operasi perseroan.

Sementara itu, Express Transindo Utama menyatakan pandemi telah berdampak hingga penghentian operasional total antara 1-3 bulan. Emiten berkode saham TAXI itu mengungkapkan dilakukan pembatasan operasional pada taksi reguler dan premium baik di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) maupun di luar kota-kota tersebut.

Selanjutnya, ada pula pembatasan operasional untuk layanan penyewaan kendaraan dan layanan limusin di Jakarta serta Bali, dan layanan penyewaan bus di Jadetabek. Keputusan itu dilatarbelakangi oleh penurunan permintaan atas layanan transportasi umum dan adanya Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB).

TAXI mencatat lini usaha yang terganggu akibat pandemi Covid-19 berkontribusi sekitar 51-75 persen terhadap pendapatan perseroan periode 2019. Kondisi itu membuat pendapatan yang dikantongi akan turun dengan kisaran tersebut secara tahunan per 30 April 2020.

Dari situ, TAXI memerkirakan penurunan laba bersih akan terjadi sekitar 25-50 persen secara tahunan per 30 April 2020. 

Sebagai upaya mempertahankan kelangsungan usaha di tengah pandemi Covid-19, TAXI melakukan efisiensi untuk menurunkan biaya operasional.

Salah satunya dengan penyesuaian jumlah karyawan, tapi perseroan menyatakan belum melakukan PHK dari Januari 2020 sampai dengan akhir Mei 2020. TAXI melaporkan jumlah karyawan tetap saat ini sekitar 390 orang.

Perseroan juga melakukan penutupan sejumlah pool yang tidak aktif untuk menurunkan biaya operasional.

Namun, kualitas pelayanan diklaim tetap dijaga dengan tindakan preventif, seperti pembersihan unit dan penyediaan masker untuk pengemudi.

Konten Premium Masuk / Daftar

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.





Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *