Mengenal Apple M1, SoC Khusus Perangkat Mac dengan Fabrikasi 5nm

 Mengenal Apple M1, SoC Khusus Perangkat Mac dengan Fabrikasi 5nm


Rencana Apple untuk merilis perangkat Mac dengan chipset buatan sendiri akhirnya terwujud. Beberapa hari lalu, Apple M1 telah resmi diperkenalkan, diklaim hadir dengan CPU core paling kencang dan peningkatan signifikan pada GPU. Cip tersebut langsung menggantikan beberapa seri MacBook Pro, MacBook Air dan Mac mini yang gunakan prosesor Intel Core.

Rencana Apple untuk gunakan cip buatan sendiri sebenarnya telah disampaikan pada Apple WWDC di semester pertama 2020 kemarin. Alasannya? Demi performa yang lebih optimal dan efisiensi daya lebih baik. Seperti yang kita ketahui, perangkat iPhone selama ini gunakan baik software dan hardware yang dibuat satu atap.

Dengan begitu, performanya selalu menjadi salah satu atau yang paling tinggi secara benchmark, begitu pula efisiensi dayanya (mengingat kapasitas baterai iPhone tak pernah mencapai 4,000-5,000 mAh layaknya smartphone Android). Seperti A14 Bionic, Apple M1 juga hadir menjadi cip pertama dengan fabrikasi 5nm untuk perangkat komputer personal, beri efisiensi daya maksimal.
Baca juga: MacBook Pro 13 Diperbarui dengan Prosesor Apple M1

Apple M1 Beri Performa Kencang dengan Daya Lebih Rendah

“Apple M1 memiliki inti CPU tercepat di dunia, GPU terintegrasi tercepat di dunia untuk komputer pribadi, dan kinerja machine learning luar biasa dari Apple Neural Engine,” kata Johny Srouji, Senior Vice President untuk perangkat keras, Apple. Ia menambahkan bila Apple M1 merupakan cip terbaik yang pernah Apple buat selama ini.

Chipset ini menggunakan jenis SoC atau system on a chip. Seperti pada smartphone, satu cip terintegrasi untuk membawa beragam bagian seperti CPU, I/O dan lainnya. Bekerja dalam 10W tanpa pendingin, pada TDP yang sama, Apple M1 punya performa dua kali lebih kencang dari prosesor Intel, meski tak disebutkan secara spesifik serinya.

Klaim lain yang disebutkan oleh Apple adalah peningkatan performa CPU 3,5 kali lebih cepat, GPU 6x & pemrosesan machine learning 15x lebih kencang, plus daya tahan baterai 2x lebih lama dari perangkat Mac generasi sebelumnya. CPU octa-core pada Apple M1 terdiri dari empat inti performance core dan empat lainnya untuk efisiensi daya.

Begitu pula dengan GPU-nya, gunakan desain octa-core yang mampu hasilkan kecepatan hingga 2,6 teraflops. Dikutip dari GSMArena, sebagai perbandingan, GPU NVIDIA 1050 Ti bahkan hanya sanggup melakukan pemrosesan hingga 2,1 teraflops. Ini akan membantu pemrosesan editing video maupun gaming lebih cepat dan lancar.

Awal Dari Masa Transisi Hingga Dua Tahun Kedepan

MacBook Air - Apple M1

Ditambah Neural Engine khusus, perangkat Mac yang gunakan Apple M1 bakal lebih kencang untuk proses kebutuhan seperti voice recognition, image processing dan analisa video. Dengan hardware kamera yang sama, kualitas webcam di MacBook dengan M1 diklaim lebih baik berkat bantuan ISP yang lebih baik, beri noise reduction dan dynamic range lebih optimal.

Apple mengatakan, proses transisi dari penggunaan chip Intel ke bikinan sendiri seperti Apple M1 bakal membutuhkan waktu hingga dua tahun ke depan. MacBook Pro 13, MacBook Air dan Mac mini merupakan tahap awal, dan akan dibuat berkelanjutan nantinya. Namun bagi pemilik Mac dengan cip Intel, jangan khawatir, karena dukungan bakal tetap ada termasuk dukungan pembaruan macOS Big Sur.



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *