Panasonic Lumix BGH1, Kamera MFT Modular Berbentuk Kotak

 Panasonic Lumix BGH1, Kamera MFT Modular Berbentuk Kotak


Perusahaan elektronik yang berpusat di Osaka, Jepang satu ini baru saja merilis sebuah kamera baru. Menggunakan standar sistem Micro Four Thirds (MFT), desainnya tak seperti kamera mirrorless atau DSLR pada umumnya. Akibat peruntukannya yang lebih spesifik, untuk kreator konten video.

Panasonic Lumix BGH1 adalah kamera pertama dari Panasonic yang gunakan desain boks atau kotak, ditujukan untuk tingkatkan mobilitas. Kamera ini didesain agar lebih mudah lepas pasang, serta punya kapabilitas ekspansi yang tinggi untuk pengendalian yang mudah. Cocok untuk dipasangkan dengan drone, digunakan sebagai kamera untuk live streaming maupun kebutuhan pengambilan video lainnya.

Baca juga: Panasonic Lumix G100 Dibuat Khusus untuk Vlogger

Berukuran Kompak, Lumix BGH1 Unggulkan Fleksibilitas

Lumix BGH1

Didesain dengan kemudahan pengendalian, Lumix BGH1 bisa dinyalakan melalui koneksi kabel lewat port Ethernet+, yang juga sekaligus tersambung ke jaringan. Lewat aplikasi Lumix Tether for Multicam, total 12 kamera bisa disambungkan dan dikendalikan secara bersamaan. Cocok untuk kebutuhan profesional yang perlu ambil video dari berbagai angle sekaligus.

Kamera ini gunakan material aluminum serta magnesium alloy, dengan panjang 93mm per sisi, dan kedalaman 78mm. Punya dimensi relatif kecil, Lumix BGH1 tidak dilengkapi viewfinder maupun layar ya. Namun disediakan banyak socket untuk disambungkan ke aksesori eksternal, termasuk hot shoe di bagian atas untuk mikrofon atau adapter Panasonic lainnya.

Di dalam bodinya sudah terintegrasi sebuah kipas dan sistem penyebar panas, agar Lumix BGH1 dapat beroperasi merekam video tanpa batasan waktu. Juga disediakan port HDMI full-size, USB C (3.1) serta SDI-out, dimana ketiganya bisa tampilkan output video secara simultan. Kamera ini memang didesain layaknya kamera modular, yang tingkatkan fungsi ketika dipasangkan dengan aksesori lainnya.

Untuk kemampuan perekaman video, Lumix BGH1 bisa merekam hingga resolusi 4K 60p DCI dalam format 4:2:0 dan warna 10-bit, atau hingga 4K 30p 4:2:2. Dengan kurva gamma V-Log L yang diperbarui, kamera ini punya dynamic range yang lebih baik, diklaim hingga 13 stop. Fungsi variable frame rate (VFR) membuat kamera ini bisa merekam hingga 240fps dalam resolusi Full HD.

Mengadopsi mekanisme yang serupa dengan Lumix DC-S5, Panasonic Lumix BGH1 juga dibantu dengan teknologi deep learning, untuk tingkatkan sistem autofokus Depth-from-Defocus (DFD). Untuk performa fokus yang tepat, kamera ini bisa mendeteksi kepala, mata, wajah sampai badan.

Disediakan dua slot kartu SD UHS-II yang bisa digunakan secara simultan ketika rekam video. Dan untuk dayanya, bisa menggunakan baterai yang mampu tampung kapasitas sampai 11,800 mAh, maupun gunakan port DC-in untuk penggunaan langsung tanpa baterai.

Harga Panasonic Lumix DGH1

Lumix DGH1

Panasonic bakal hadirkan Lumix DGH1 pada bulan Desember, akhir tahun mendatang. Harga yang dipatok mencapai USD2,000 atau sekitar Rp29 juta. Yang disediakan dalam paket penjualan hanyalah pengisi daya saja, sementara aksesori lainnya dijual terpisah.

Dengan spesifikasi dan fungsi yang ditawarkan, kamera ini memang tidak ditujukan untuk pengguna amatir (yang tidak membawa monitor tambahan atau aksesori lain hanya untuk melihat hasil perekaman). Namun bakal sangat cocok untuk mereka yang membutuhkan sistem kamera terintegrasi, mudah dibawa serta dipasangkan dengan perangkat lainnya.



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *