Pilkada Jember, Bawaslu Jatim Sebut Ada Politisasi di Bantuan Covid-19

 Pilkada Jember, Bawaslu Jatim Sebut Ada Politisasi di Bantuan Covid-19



Telkopedia.id, Jakarta Munculnya dugaan adanya politisasi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jember 2020, belum lama ini diungkap oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur.

“Sejauh ini kami baru menemukan politisasi bantuan sosial di Jember dengan penempelan gambar petahana yang maju melalui jalur perseorangan di sak beras bantuan Covid-19,” kata Anggota Bawaslu Jatim Divisi Humas Nur Elya Anggraini saat dihubungi lewat telepon dari Jember, Sabtu (9/5/2020) dilansir Antara.

Menurutnya, Bawaslu sudah mengeluarkan surat imbauan yang diteruskan ke Bawaslu provinsi dan daerah sebagai bentuk pencegahan terjadinya politisasi bantuan di tengah pandemi Corona.

Hal ini bertujuan agar tidak ada kepala daerah yang memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan pilkada.

“Kalau bantuan itu bersumber dari APBN atau APBD harus disampaikan kepada masyarakat dan jangan mempolitisasi bantuan seolah-oleh pemberian kepala daerah. Apalagi dalam kemasan bantuan itu bergambar kepala daerah seperti yang terjadi di Jember,” tuturnya.

Sebelumnya DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Bulog Jember dan menemukan 3.900 kemasan karung beras bantuan sosial untuk warga yang terdampak virus Corona bergambar foto Bupati Jember Faida dan Wabup Jember A Muqit Arief sesuai permintaan pemkab.

Bupati Jember Faida kembali maju dalam Pilkada 2020 yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Pasangan tersebut resmi mendaftar ke KPU Jember melalui jalur perseorangan.

 

 



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *