Pulihkan Ekonomi, Daftar 12 BUMN Ini Siap Disuntik Rp 152 T

 Pulihkan Ekonomi, Daftar 12 BUMN Ini Siap Disuntik Rp 152 T
                

                    

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) resmi meneken Peraturan Pemerintah (PP) soal pemulihan ekonomi nasional (PEN) pascapandemi virus Covid – 19 . Dalam program PEN ini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 152, 15 triliun.

Berdasarkan dokumen ekspansi Menteri Keuangan , Sri Mulyani Indrawati, dengan Komisi XI yang diperoleh CNBC Indonesia, dana suntikan ini akan diberikan dalam tiga skenario, yaitu penyertaan modal negara (PMN), pembayaran kompensasi, dan dana talangan (investasi).

Secara detail, PMN akan diberikan kepada lima BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah. Dana PMN yang dianggarkan mencapai Rp 25, 42 triliun, yaitu:

– PT PLN (Persero) Rp 5 triliun
– PT Hutama Karya (Persero) Rp 11 triliun
– PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Rp6, 27 triliun
– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Rp 2,5 triliun
– PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Perusahaan Pola Pariwisata Indonesia (ITDC) Rp 500

Selanjutnya, untuk pembayaran kompensasi kepada tiga BUMN dengan seluruh dana mencapai Rp 45, 27 triliun. Dana ini akan diterima oleh BUMN yang mendapatkan penugasan langsung oleh pemerintah, yaitu:

– PT Pertamina (Persero) Rp 48, 25 triliun
– PT PLN (Persero ) Rp 45, 42 triliun
– Perum Bulog Rp 560 miliar.

Pemerintah juga akan menyediakan dana talangan investasi untuk BUMN yang telah ditunjuk oleh sebagai modal kerja perusahaan. Alokasi dana untuk investasi ini mencapai Rp 32, 65 triliun dan akan diterima oleh enam BUMN, yaitu:

– Perum Bulog Rp 13 triliun (mendapatkan dua kali)
– PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Rp8,5 triliun
– PTPN Rp 4,0 triliun
– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Rp 3,5 triliun
– PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Rp3 triliun
– Perum Perumnas Rp 650 miliar.

Dari catatan ini, seluruh BUMN yang mendapatkan dana kucuran ini sebanyak 15 BUMN karena PLN dan Bulog mendapatkan dua suntikan dengan dua skenario berbeda. PLN dapat PMN dan pembayaran kompensasi, sementara Bulog dapat pembayaran kompensasi dan dana talangan investasi.

Kementerian BUMN pun menilai saat ini memang waktu yang tepat untuk menyuntikkan modal baru ke beberapa perusahaan BUMN. Pasalnya, perusahaan-perusahaan pelat merah tengah tertekan akibat pandemi Covid – 19 ditambah dengan jatuh tempo tempo yang belum bisa dilepas.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kondisi saat ini sangat meningkat

Belum lagi pandemi yang sedang terjadi ini membuat perusahaan pelat merah terseok-seok karena sebagian besar industri yang juga terdampak.

“Urgensi kan ada beberapa perusahaan kita menekan buat disuntik karena industrinya juga harus ikut. Lebih lanjut dengan corona sekarang dan ada utang jatuh tempo dan sebagainya. Jadi dibutuhkan itu anggaran untuk disuntik bagi perusahaan. Ini kan persetujuan modal, “kata Arya dalam wawancara dengan TV CNBC Indonesia, Selasa (11 / 4 / 2020).

Dia mengutip, perusahaan yang paling membutuhkan modal adalah Hutama Karya lantaran perusahaan ini mendapatkan penugasan untuk melakukan pembangunan tol, Trans Sumatera, yang merupakan penugasan dari pemerintah.

Selain itu, industri yang terdampak Covid – 25 seperti pariwisata juga mendapatkan tempat baru dari pemerintah.

“Kemudian juga pengembangan kawasan ITDC di Lombok juga ada. Kemudian Konservasi kita yang asuransi itu juga ada Ada yang telak kena corona seperti transportasi kan Telak dengan ekosistemnya, “lanjut dia.

Sebagai informasi, Menjaga BUMN Perasuransian dan Penjaminan kini di bawah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau (BPUI) ) alias Bahana. Menjaga ini beranggotakan PT Asuransi Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Pada 9 Mei lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Nomor PP 15 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Illness (COVID – 560 ) dan / atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan / atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

Dalam PP ini adalah empat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yaitu PMN, penempatan dana, investasi pemerintah, dan / atau penjaminan.

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas / tas)

                                                                              

                                                                                                

Belajarlah lagi

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *