Terdampak Pandemi COVID-19, Realisasi PKB dan BBNKB Sumut Turun Signifikan

 Terdampak Pandemi COVID-19, Realisasi PKB dan BBNKB Sumut Turun Signifikan



Telkopedia.id, Medan Realisasi penerimaan pajak daerah di Sumatera Utara (Sumut), yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) turut terdampak di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Bahkan mengalami penurunan signifikan hingga periode Mei 2020.

Kepala Bidang PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, Syaiful Bahri mengatakan, untuk tahun 2020 target PKB sebesar Rp 2.074.351.510.315 kemudian target BBNKB tahun anggaran ini Rp 1.541.009.779.616.

Namun, realisasi yang telah dicapai pada priode sampai dengan 17 Mei 2020 untuk PKB terealisasi sebesar Rp720.899.808.987 atau 34,75 persen. Sedangkan BBNKB terealisasi sebesar Rp479.261.679.805 atau 31,10 persen.

“Rata-rata penerimaan realisasi PKB sebelum COVID-19 setiap minggu sebesar 2,12 persen, setelah COVID-19 hanya 1,43 persen,” kata Syaiful, Kamis (21/5/2020).

Begitu juga dengan rata-rata penerimaan BBNKB sebelum COVID-19, per minggu 1,86 persen. Namun dalam kondisi sekarang ini akibat adanya COVD-19, rata-rata realisasi hanya 1,35 persen.

“Lebih dari 50 persen penerimaan kita menurun,” ujarnya.

Diterangkan Syaiful, jika dibandingkan penerimaan PKB dan BBNKB dari bulan Januari-Mei 2020 secara signifikan berkurang. Penerimaan PKB bulan Januari sebesar 8,74 persen, Februari 8,62 persen. Kemudian Maret 8,19 persen, selanjutnya April 5,63 persen, sementara Mei hingga minggu ketiga hanya 3,58 persen.

“Penerimaan pajak kendaraan bermotor terus menurun, harusnya rata-rata terealisasi 8,74 persen, tapi di bulan Mei penerimaan pendapatan dari PKB hanya 3,58 persen, sekitar 60 persen tidak tercapai,” terangnya.

Kondisi ini juga sama terhadap penerimaan BBNKB periode Januari-Mei 2020. Dikatakannya penerimaan BBNKB Januari 2020 sebesar 7,02 persen, Februari terealisasi 8,20 persen, Maret kembali menurun 7,41 persen, April terus menurun 5,94 persen. Sementara minggu ketiga Mei penerimaan BBNKB hanya 2,54 persen harusnya capaiannya 8,33 persen.

“Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap PAD Sumut dari sektor PKB dan BBNKB,” terangnya.

Mempertimbangkan kondisi ini, Tim Anggaran Pemerintah Dareah (TAPD) di bulan Mei, juga melakukan revisi terhadap target PKB dan BBNKB. Taget semula yang diprediksi 100 persen diturunkan menjadi 85 persen, terkoreksi hingga 15 persen karena terpangaruh kondisi COVID-19.

Kondisi tersebut menjadi persoalan terkait dengan upaya untuk mengoptimalisasikan penerimaan pendapatan daerah, khususnya dari sektor PKB dan BBNKB. Namun, pihaknya tetap optimis untuk mengejar bagaimana penerimaan pajak daerah dari sektor PKB dan BBNKB ini dapat dicapai.

Untuk itu, pihaknya melakukan langkah-langkah bersama dengan Pembina Samsat dengan mengeluarkan kesepakatan bersama sebanyak dua kali. Pertama pada tanggal 24 Maret 2020 terkait dengan pelayanan Samsat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Sumut.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, BPPRD Sumut terhitung mulai tanggal 26 Maret hingga 29 Mei 2020 menutup beberapa sentra pelayanan, seperti Samsat Corner, Samsat Keliling juga Drive Thru.

 



Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *