Viral! Kisah Nasabah Tuli Dapat Pengalaman Unik di BNI

 Viral! Kisah Nasabah Tuli Dapat Pengalaman Unik di BNI


Jakarta, CNBC Indonesia– Di tengah pandemi COVID-19 pemerintah mewajibkan masyarakat untuk mematuhi berbagai protokol kesehatan demi mencegah penularan ketika di luar rumah. Salah satu protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah memakai masker ketika berada di luar rumah dan fasilitas umum.

Namun ternyata protokol kesehatan ini memberikan kendala bagi penyandang disabilitas khususnya Tuli. Dalam salah satu cuitan twitter Widi Utami, menceritakan kekhawatirannya dengan ketentuan menggunakan masker ketika hendak ke bank. Dia bercerita biasanya berkomunikasi dengan membaca gerak bibir. Namun karena harus memakai masker hal ini tidak bisa dilakukan.

Widi yang memakai akun twitter @MustikaUngu pun berinisiatif menyediakan catatan untuk memudahkan komunikasi dengan pihak bank, dan akhirnya dibantu oleh satpam bank yang sigap dari kedatangan hingga proses di teller bank.





Melalui akun twitternya dia menceritakan pengalamannya bertransaksi di Bank BNI cabang Jati Raya, Banyumanik, Semarang.
Tuli Pergi ke Bank di Tengah Pandemi

Hormat sedalam-dalamnya untuk Bapak Kurniawan, Satpam BNI cabang Jati Raya, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

Aku Tuli, tetapi masih bisa ngomong. Mengandalkan cara bicara dengan membaca gerak bibir. Begitu ada protokol wajib pakai masker. Blar! Rasanya hopeless.

Tapi aku masih meyakini, ada jalan untuk tetap berkomunikasi. Kunjungan ke bank BNI dekat pasar Rasamala Jati Raya Banyumanik kemarin membuatku terharu.

Aku datang dengan membawa kertas bertuliskan pemberitahuan jika aku Tuli dan keperluanku. Kuberikan kepada Satpam.

Oleh Satpam, aku ditemani, dari mengisi slip penarikan, sampai ke teller. Satpam memberitahukan ketika nomor antrianku dipanggil, lalu menemaniku memproses transaksi di teller.

Teler berbicara, satpam yang menuliskannya untukku.

Aku yakin, dengan speak up terus menerus, Indonesia akan inklusif pada waktunya. Dear all, keluarlah dan sampaikan kebutuhanmu yang spesial, mereka akan menyesuaikannya dengan keadaan kita.

Widi mengakui sejak masa pandemi berlangsung ini pertama kalinya dia datang bertransaksi ke bank. Dia pun mengapresiasi pihak BNI terutama satpamnya yang bersedia membantunya dengan sigap.

“Biasanya sebelum pandemi aku cuma bilang kalo aku Tuli dan minta pihak bank memperjelas gerak bibirnya, dan mereka mau kok,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (05/06/2020).

Sebelumnya, BNI memang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi new normal seperti memperkuat layanan digital dalam aktivitas operasional di seluruh outlet dan berbagai channel elektronik, meliputi BNI Mobile Banking, BNIDirect, BNI SMS Banking, BNI Internet Banking, ATM, EDC, BNI Sonic dan Agen46.

BNI akan segera mengubah outlet konvensional menjadi outlet digital. Layanan front end, proses bisnis dan model penjualan (sales model) akan dimaksimalkan dengan dukungan infrastruktur IT. Data warehouse dan system Customer Relationship Management (CRM) akan dioptimalkan sebagai salah satu enabler personalisasi layanan BNI untuk mempermudah dan mempercepat transaksi nasabah yang tentunya akan berkorelasi positif terhadap peningkatan bisnis perusahaan.

Meski demikian, ternyata layanan konvensional yang simpel dan humanis seperti yang dilakukan Satpam BNI cabang Jati Raya masih dibutuhkan sampai saat ini. Semoga cara ini tertular ke berbagai bank lainnya dalam melayani nasabah Tuli di era pandemi virus corona.


Foto: Kisah Widi Utami viral dan diposting ulang oleh berbagai akun, termasuk akun gosip Lambe Turah

(dob/dob)




Source link

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *